Pemeriksaan kadar protein pada tepung terigu

Author: Lutfi Amanati // Category:
TUJUAN :
Metode ini digunakan untuk pemeriksaan Kadar Protein dari contoh tepung terigu yang akan diuji/dikerjakan
ACUAN :
SNI.01-2891- 1992 Cara Uji Bahan Makanan dan Minuman
Prinsip.
Senyawa Nitrogen diubah menjadi Amonium Sulfat oleh H2SO4 pekat, Amonium Sulfat yang terbentuk diuraikan degan NaOH. Amoniak yang dibebaskan diikat dengan Asam Borat dan kemudian dititar dengan larutan baku asam.
Peralatan.
•Labu Kjeldhal 100 ml
•Alat penyulingan dan kelengkapannya
•Pemanas listrik/pembakar
•Neraca Analitik

Pereaksi
•Carnpuran Selen
Campuran 2,5 g serbuk SeO2, 100 g K2SO4 dan 20 g CuS04 5 H20
•Indikator Campuran
Siapkan larutan bromocresol green 0,1% dan larutan merah metil 0,1 %
dalam aikohol 95% secara terpisah. Campur 10 ml bromocresol green dengan 2 ml
metil merah
•Larutan Asam Borat (H3BO3) 4%
Larutkan 20 gr H3B03 dalam 500 ml air suling. Setelah dingin pindahkan ke dalam botol tertutup gelas. Campur 500 ml asam borat dengan 5 rnl indikator.
•Larutan Aram Klorida (HCI) 0,1 N
•Larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 40%
Larutkan 400 g Natrium Hidroksida ke dalam 1000 ml air, simpan dalam botol tertutup karet
Cara Kerja.
a.Timbang seksama 0,51 g cuplikan, masukkan ke dalam labu Kjeldhal 100 ml.
b.Tambahkan 3 g campuran selen dan 10 ml H2SO4 pekat.
c.Panaskan di atas pemanas listrik atau api pembakar sampai mendidih dan larutan menjadi jemih kehijau-hijauan (sekitar 2 jam).
d.Biarkan dingin kemudian encerkan dan masukkan ke dalam labu ukur 50 ml, tepatkan sampai tanda garis.
e.Masukkan ke dalam alat penyuling, tambahkan 5 ml larutan NaOH 30% hingga larutan bereaksi basa dengan kertas lakmus.
f.Sulingkan selama lebih kurang 10 menit, sebagai penampung gunakan 25 ml larutan Asam Borat 4 % yang telah dicampur Indikator
g.Bilasi ujung pendingin dengan air suling.
h.Titar dengan larutan HC1 0,1 N
i.Kerjakan penetapan Blanko.

Perhitungan :
(V1 - V2) x N x 0,014 x Fk x f p
Kadar Protein = ---------------------------------------- x 100%
W
Keterangan :
W = bobot cuplikan
V1 = volume HCI 0,0 1 N yang dipergunakan penitaran contoh.
V2 = volume HCI yang dipergunakan penitaran blanko,
N = Normalitas HCl
fk = faktor koreksi untuk tepung terigu : 5,7.
fp = faktor pengenceran

0 Responses to "Pemeriksaan kadar protein pada tepung terigu"

Posting Komentar